MERAKIT PC SENDIRI

Posted on 19 Desember 2009. Filed under: LAPORAN PRAKTEK |

 Alat – alat yang digunakan :

1. Obeng dengan ujung plus (+) dan Minus (-). Siapkan obeng dengan ujung kecil dan memiliki daya magnet. Fungsinya agar sekrup tidak lepas dari obeng.
2. Tang pinset dengan ujung kecil. Fungsinya untuk melepas jumper atau mengambil sekrup kecil yang terlepas dari tempatnya.
3. Jumper atau sekrup cadangan.
4. Gelang anti statis. Fungsinya menghilangkan listrik statis yang ada pada tubuh.
 Komponen dasar PC adalah casing, motherboard, prosesor, memori, harddisk, floppy drive, CD-ROM, kartu add-on(kartu grafis, kartu suara, modem internal), monitor, mouse, dan keyboard.

 Langkah – langkah perakitan PC :

1. Siapkan Casing. Buka tutup sampingnya, kemudian perhatikan kabel apa saja yang terdapat di dalamnya. Pastikan kabel-kabel tersebut tidak ada yang terkelupas kulitnya.
2. Buka boks motherboard. Bacalah buku manualnya baik-baik. Bila terdapat jumper/switch yang harus dipindah/diatur, lakukan sebelum motherboard dipasang ke dalam casing. Biasanya jumper atau switch tersebut mengatur bus frekuensi prosesor (66 MHz- 133 MHz), multiplier (faktor pengali) kecepatan prosesor ( misal prosesor 600 MHz dengan bus frekuensi 100 MHz, maka multipliernya adalah 6X), dan mengatur tegangan daya prosesor serta frekuensi dan tegangan memori. Beberapa motherboard terbaru memiliki BIOS yang otomatis mengatur hal tersebut, sehingga meniadakan jumper atau switch pada desain motherboard mereka.
3. Siapkan prosesor anda. Baca baik-baik keterangan pada boks prosesor. Di bagian belakang boks prosesor biasanya terapat keterangan mengenai kecepatan prosesor dan frekuensi bus prosesor ( dalam satuan MHz), voltase prosesor, dan multiplier yang harus anda atur pada motherboard Anda. Bila prosesor anda bertipe slot, masukkan secara tegak lurus pada slot, masukkan secara tegak lurus pada slot prosesor di motherboard, pastikan dudukannya kencang dan tidak bergoyang-goyang. Bila terdapat pengunci slot, kuncilah prosesor tersebut sampai terdengan bunyi klik. Untuk tipe socket, Anda harus memutar engsel pada motherboard ke arah open untuk membukanya, memegang bagian pinggir prosesor, dan memasukkannya secara hati-hati. Jangan paksakan prosesor ke dalam socket. Pastikan pin yang tidak membentuk sudut siku masuk ke dalam lubang yang benar. Setelah pin prosesor masuk semua ke dalam socket, putar engsel socket ke arah close untuk menutup dan mengencangkan prosesor dalam socket. Selanjutnya pasang heatsink (modul penyerap panas prosesor, terdiri atas lempengan logam penyerap panas dan kipas pendingin di atasnya). Untuk prosesor tipe slot, biasanya heatsink telah terpasang menyatu dalam modul prosesornya. Sementara untuk tipe socket, heatsink harus dipasangkan sendiri. Pastikan bagian bawah heatsink benar-benar rata dan memiliki thermal grease, Anda dapat membelinya di toko komputer atau toko elektronik. Kaitkan penjepit heatsink ke bagian yang menojol di pinggir socket prosesor satu per satu. Patikan penjepit heatsink tersebut telah kencang, dan tidak lagi ada celah lagi antara heatsink dengan prosesor.
4. Pasang modul memori. Masukkan modul baru dengan hati-hati, dan periksa apakah modul tersebut telah masuk secara benar dan tepat (modul memori tipe DIMM memiliki 2 tonjolan sehingga hanya bisa dimasikkan dalam satu arah). Kedua klip di ujung slot memori akan menjepit modul tsb secara otomatis. Akan terdengar bunyi klik bila modul dimasukkan secara benar.
5. Pasang motherboard ke casing. Siapkan sekrup dan obeng. Masukkan motherboard ke dalam casing,.cocokkan lubang sekrup pada motherboard dengan lubang sekrup pada casing. Pasang sekrup dan kencangkan. Oada casing terdapat konektor-konektor kecil yang merupakan bagian dari casing yang harus dihubungkan ke motherboard. Fungsi dari konektor kecil ini bermacam-macam. Ada yang menghubungkan tombol daya pada casing ke motherboard, menghubungkan lampu LED harddisk, menghubungkan motherboard ke speaker internal, dan tombol ‘Reset’. Lihat baik-baik label konektor casing dan baca manual motherboard sebelum mengkoneksikannya.
6. Siapkan harrdisk, floppy drive, CD-ROM dan kabel-kabel data yang menyertainya. Kabel data dan harddisk/CD-ROM IDE memiliki konektor dengan 40 lubang yang dipasangkan pada konektor motherboard. Sementara lebar kabel data untuk floppy lebih kecil dibandingkan kabel data IDE, dan memiliki 34 lubang pada konektornya. Untuk harddisk jenis Ultra DMA/66, kabelnya lebih tipis dibandingkan dengan kabel IDE biasa. Jangan terbalik memasang kabel data, hubungkan pin 1 pada konektor ke kabel data yang memiliki strip merah/hitam. Lihat manual harddis untuk melihat letak pin nomor 1 pada konektor kabel data di harddisk. Pastikan jumper harddisk anda ke posisi Master. Hal yang sama berlaku saat anda memasang kabel data pada floppy drive dan CD-ROM drive, bila menggunakan kabel IDE yang sama dengan harddisk, atur jumpernya ke posisi slave.Masukkan harddisk, floppy drive, CD-ROM ke dalam bay masing-masing. Bay untuk harddis dan floppy drive berukuran kecil (3,5 inci) dan terletak di bagian tengah casing, sementara untuk CD-ROM biasanya terletak di bagian atas casing dan berukuran 5,25 inci. Jangan lupa mencolokkan kabel catu daya ke setiap peranti tersebut.
7. Pasangkan kartu add-on pada slot masing-masing. Kebanyakan kartu grafis saat ini menggunakan slot agp (slot yang berwarna coklat pada motherboard). Kartu add-on lain biasanya dipasangkan pada slot PCI/ISA yang tersedia. Buka metal yang menutup bagian belakang slot untuk kartu add-on dan kencangkan dengan sekrup penahan. Setelah semuanya terpasang, jangan tutup dahulu casingnya. Colokkan konektorkeyboard dan mouse pada port PS/2 di bagian belakang casing. Port Mouse PS/2 biasanya terletak di kanan port keyboard. Bila anda membeli mouse serial, colokkan konektornya pada port COM1 atau COM2.
8. Siapkan monitor di sebelah casing yang terpasang. Colokkan konektor kabel catu daya pada casing dan monitor. Colokkan pada bagian belakang kartu grafis. Tekan tombol daya pada casing untuk menyalakan daya pada casing untuk menyalakan komputer. Bila semua komponen sudah terpasang dengan benar, komputer anda akan berbunyi bip sekali dan di layar monitor anda terlihar BIOS tengah menjalankan POST(power on self terting). Segera tekan tombol DEL untuk masuk ke menu BIOS. Baca manual motherboard untuk melakukan setup BIOS. Simpan perubahan BIOS, dan keluar dari menu. Siapkan disket booting atau CD-ROM yang bootable untuk memulai proses instalasi sistem operasi.Bila layar monitor tidak menampilkan apa-apa, jangan panik. Perhatikan kembali koneksi dari setiap komponen yang anda pasang. Kencangkan dudukan setiap komponen. Setelah itu, anda dapat menutup casing anda.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Login

  • Desember 2009
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

  • Arsip

  • Kategori

  • Yang Datang

    • 27,597 hits
  • Web Hosting

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: